Monday, 27 April 2020

Rangkuman Materi Kimia - Hidrokarbon XI SMA



Macam-macam kekhasan atom karbon adalah memiliki 4 elektron valensi, dapat membentuk berbagai bentuk rantai (rantai alifatis, alisiklis dan aromatis) dan dapat membentuk berbagai jenis ikatan (ikatan tunggal, rangkap dua dan rangkap tiga).

Senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang tersusun dari atom karbon dan hidrogen.

Perbedaannya adalah jumlah atom karbon lain yang diikat, yaitu: atom karbon primer (1o) hanya mengikat secara langsung satu atom karbon yang lain, atom karbon sekunder (2o) mengikat secara langsung dua atom karbon yang lain, atom karbon tersier (3o) mengikat secara langsung tiga atom karbon yang lain dan atom karbon kuarterner (4o) mengikat secara langsung empat atom karbon yang lain.

• Pada hidrokarbon alifatis memiliki rantai terbuka atau antar ujung atom karbon tidak saling berhubungan, hidrokarbon alisiklis memiliki rantai tertutup atau antar ujung atom karbon saling berhubungan/berikatan sedangkan hidrokarbon aromatis memiliki rantai tertutup tetapi ikatan ikatan tunggal dan ikatan rangkapnya berselang – seling (berkonjugasi).

Hidrokarbon jenuh pada rantai karbonnya semua berikatan tunggal sedangkan hidrokarbon tak jenuh,  yaitu senyawa hidrokarbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap (rangkap dua atau rangkap tiga)

Alkana adalah hidrokarbon jenuh dengan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal

Isomer adalah suatu fenomena dimana suatu senyawa hidrokarbon memiliki rumus kimia yang sama, tetapi memiliki struktur molekul yang berbeda.
Isomer kerangka adalah peristiwa isomeri yang disebabkan adanya perbedaan rantai atau kerangka atom karbonnya. 

Titik didih alkana ditentukan oleh banyaknya atom karbon dan struktur rantai karbonnya : semakin banyak atom karbon atau semakin panjang rantai karbon suatu alkana, semakin tinggi titik didih dan untuk jumlah atom karbon yang sama, isomer dengan rantai karbon tidak bercabang mempunyai titik didih yang lebih tinggi daripada isomer dengan rantai karbon bercabang

Tata nama alkana berdasarkan aturan dari IUPAC ( nama sistematis ) :
1. Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Jika terdapat 2 atau lebih rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai cabang terbanyak. Rantai induk diberi nama alkana sesuai dengan panjang rantai
2. Cabang diberi nama alkil yaitu nama alkana yang sesuai, tetapi dengan mengganti akhiran –ana menjadi –il.
3. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sehingga posisi cabang mendapat nomor terkecil.
4. Jika terdapat 2 atau lebih cabang sejenis, harus dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta dst. Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai dengan urutan abjad dari nama cabang tersebut.
5. Jika penomoran ekivalen (sama) dari kedua ujung rantai induk, maka harus dipilih sehingga cabang yang harus ditulis terlebih dahulu mendapat nomor terkecil.
6. Nama alkana bercabang terdiri dari 2 bagian :
Bagian pertama (di bagian depan) merupakan nama cabang
Bagian kedua (di bagian belakang) merupakan nama rantai induk


Alkena adalah hidrokarbon tak jenuh dengan satu ikatan rangkap dua (–C=C–)

Isomer posisi adalah senyawa-senyawa dengan rumus molekul sama, namun memiliki perbedaan posisi letak ikatan rangkap. Isomer geometri adalah isomer yang menjadikan ikatan rangkap sebagai sumbu atau keisomeran yang terjadi karena perbedaan orientasi gugus-gugus di sekitar C ikatan rangkap.

• Pada isomer kerangka yang berbeda hanya struktur, pada isomer posisi yang berbeda adalah posisi ikatan rangkap sedangkan pada isomer geometri yang berbeda adalah orientasi gugus-gugus di sekitar C ikatan rangkap.

Titik didih alkena ditentukan oleh banyaknya atom karbon dan struktur rantai karbonnya. Semakin banyak atom karbon atau semakin panjang rantai karbon suatu alkana, semakin tinggi titik didih dan untuk jumlah atom karbon yang sama, isomer dengan rantai karbon tidak bercabang mempunyai titik didih yang lebih tinggi daripada isomer dengan rantai karbon bercabang
Penamaan alkena memiliki aturan yang sama dengan alkana hanya berbeda dalam penamaan rantai induk yang diganti menjadi nama alkena (-ana menjadi –ena)


Alkuna adalah hidrokarbon tak jenuh dengan satu ikatan rangkap tiga (–C≡C–).

• Jenis isomer pada alkuna yaitu isomer kerangka dan isomer posisi.

Titik didih alkuna ditentukan oleh banyaknya atom karbon dan struktur rantai karbonnya : Semakin banyak atom karbon atau semakin panjang rantai karbon suatu alkana, semakin tinggi titik didih dan leburnya dan untuk jumlah atom karbon yang sama, isomer dengan rantai karbon tidak bercabang mempunyai titik didih dan titik lebur yang lebih tinggi daripada isomer dengan rantai karbon bercabang

Penamaan alkuna memiliki aturan yang sama dengan alkana dan alkena hanya berbeda dalam penamaan rantai induk yang diganti menjadi nama alkuna (-ana menjadi –una)
Download Rangkuman Materi Kimia Hidrokarbon XI SMA
Lihat Selengkapnya...

No comments:

Post a comment