Tuesday, 5 May 2020

Makalah Kimia - Daya Hantar Listrik Larutan Asam dan Basa

I.       PENDAHULUAN
                                 

1.1  Latar Belakang

Larutan garam dapur (natrium klorida) ketika diberikan arus listrik dapat menyebabkan lampu menyala terang dan timbul gasa di sekitar elektroda. Larutan asam sulfat dan natrium hidroksida juga menunjukkan hal yang sama. Larutan asam cuka dan ammonium hidroksida ketika diberikan arus listrik, lampu tidak menyala tetapi pada elektroda timbul gas. Sedangkan jika arus listrik diberikan pada larutan gula dan larutan urea tidak mampu menyalakan lampu dan jga tidak timbul gas pada elektroda. Perbedaannya terletak pada adanya nyala lamppu serta terbentuknya gelembung di sekitar elektroda menunjukkan daya hantar listrik dan tiap-tiap larutan berbeda-beda. Ada larutan yang dapat dengan baik menghantarkan arus listrik, ada yang lemah, bahkan ada yang sama sekali tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Setiap larutan juga memiliki kemampuan/ kekuatan yang berbeda-beda dalam menghantarkan arus listrik. Misalkan saja larutan asam dan basa, Untuk mengetahui hal ini lebih lanjut maka dilakukanlah percobaan ini.


1.2  Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah agar mahsiswa dapat :
a.       Menjelaskan gejala-gejala penghantar arus listrik dalam berbagai larutan
b.      Membedakan daya hantar listrk dan berbagai larutan
c.       Mendeskripsikan larutan asam basa menurut Arhennius
d.      Mengukur pH beberapa larutan asam dan basa yang konsentrasinya sama dengan indikator universal dan menyimpulkan hubungan antara besarnya harga pH dengan kekuatan asam/ basa.


II.    TINJAUAN PUSTAKA

Selain dari ikatannya, terdapat cara lain untuk mengelompokkan senyawa yakni didasarkan pada daya hantar listrik. Berdasarkan daya hantarnya, senyawa dibagi menjadi elektrolit dan non elektrolit. elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan listrik atau zat yang dapat menghantarkan listrik atau zat yang di dalamnya mengandung larutan yang akan terdisosiasi atau akan terurai menjadi ion-ion yang menyebabkan kemampuannya untuk menghantarkan arus listrik. Ditinjau dari kesetimbangan perurainnya atau derajat disosiasinya, elektrolit dibagi menjadi dua yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. elektrolit kuat yaitu zat yang di dalam larutannya terdisosiasi sempurna atau sebagian besar menjadi ion-ion. Misalnya garam alkali, asam kuat, dan basa kuat. Elektrolit lemah yaitu zat yang dalam larutannya hanya sebagian kecil terdisosiasi menjadi ion-ion,misalnya garam-garam, asam lemah, dan basa lemah (Supriyana, 2004).

Zat elektrolit dalam air akan terurai menjai ion-ion, dan mereka akan bergerak kea rah elekrtroda yang muatannya berlawanan (ion negatif akan bergerak kea rah elektroda positif (anoda) dan ion positif akan bergerak ke elektroda negatif (katoda)). Pergerakan ion-ion ini ekivalen dengan aliran elektron sepanjang kawat logam. Larutan yang mengandung suatu elektrolit mampu menghantarkan arus listrik. Arus llistrik dapat dianggap sebagai aliran elektron yang membawa aliran negatif melalui suatu pengantar. Perpindahan muatan ini terjadi karena adanya perbedaan potensual antara dua tempat tersebut. Arus listrik akan mengallir dari tempat yang potensialnya tinggi ke tempat yang potensialnya rendah (Bird, 1987).

Senyawa yang termasuk elektrolit kuat yaitu :
1.      Senyawa ion yang dalam keadaan padar berupa polar
2.      Senyawa kovalen yang bereaksi sempurna membentuk ion, misalnya HCl.
Zat yang termasuk elektrolit kuat adalah asam (mineral/ asam klorida, asam sulfat, asam nitrat), basa, dan leburan atau dalam larutan dalam air. Pada elektrolit kuat kebergantungan dan pada konsentrasi tidak terlampau besar dan terjadi penyimpangan yang disebabkan oleh antar aksi ion (Achmad, 1996).

Suatu pertemuan antar dua larutan elektrolit memberikan suatu potensial terhadap sel. Misalnya, larutan pekat asam klorida membentuk pertemuan dengan larutan encer. Kedua ion hidrogen dan larutan yang encer. Ion hydrogen bergerak lebih cepat, maka larutan encernya menjadi bermuatan positif karena adanya hidrogen berlebih. Larutan yang lebih pekat ditinggalkan dengan kelebihan ion klorida dan dengan demikkian mendapatkan muatan negatif. Pemisahan muatan yang nyata adalah sangat kecil, tetapi beda potensial yang dihasilkan cukup berarti. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan ion adalah adanya hidrasi, orientasi atmosfer pelarut, berat, dan muatan ion, gaya tarik antar ion, temperature dan viskositas (Alberty, 1992).



III. PROSEDUR PERCOBAAN


3.1  Alat dan Bahan

Adapun alat-alat yang digunakan pada percobaan adalah gelas kimia 100 ml, kabel, baterai 1,5 volt, dan tempatnya elektroda karbon, lapu 2,5 volt, dan botol semprot kertas lakmus, dan gelas ukur.

Sedangkan bahan yang digunakan adalah aquades, larutan HCl 1 M, larutan NaCl 1 M, Larutan CH3COOH 1M, larutan gula, larutan CaCl2, larutan alcohol, larutan urea, dan larutan amilum, air jeruk, air sabun, air belimbing, air asam jawa, asam asetat/ cuka CH3COOH, larutan HCl, air aki, H2SO4, air kapur Ca(OH)3, larutan amoniak, dan larutan NaOH.


3.2 Prosedur Percobaan

Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah :
1.      Penentuan daya hantar listrik larutan
A.    Gejala-gejala daya hantar listrik larutan
1.      Menyediakan masing-masing 25 ml larutan yang akan di uji daya hantar listriknya, dalam gelas kimia 100 ml.
2.      Menguji masing-masing larutan dengan penguji elektrolit. Merangkai alat penguji larutan. Mencelupkan kedua elketroda karbon ke dalam larutan yang akan diuji, apabila larutan memperlihatkan lampu menyala terang, maka larutan uji disebut larutan elektrolit. Sedangkan bila larutan memperlihatkan lampu tidak menyala maka larutan uji disebut larutan non elektrolit. Seriap berganti larutan, elektroda karbon dicuci dengan aquades dan dikeringkan dengan tisu atau serbet yang bersih.
3.      Mengisi tabel pengamatan

B.     Membedakan daya hantar listrik larutan
1.      Menyiapkan 25 ml masing-masig larutan :
a.       Asam : HCl 1M, H2SO1M, CH3COOH 1M
b.      Basa : NaOH 1M, Ca(OH)2 1M, dan larutan CaCO3 1M di dalam gelas piala 50 ml
2.      Menguji masing-masing larutan dengan penguji elektrolit. Memperhatikan lampu, untuk menguji daya hantar llarutan
3.      Mengisi tabel pengamatan

C.     Asam-Basa
I.       Asam-Basa Arhennius
1.      Menyediakan 12 tabung reaksi, memasukkan masing-masing 5 ml larutan yang akan diuji ke dalam tabung reaksi. Kemudian, member label nomor pada masing-masing tabung
2.      Mengambil tabung reaksi , mencelupkan sepotong kertas lakmus merah, lalu mengamati yang terjadi . Kemudian mencelupkan kembali sepotong lakmus biru
3.      Mengulangi langkah 2 untuk tabung 2 sampai 12, mencatat seluruh pengamatan pada tabel
II.    Kekuatan Asam-basa
1.      Menyediakan 12 tabung reaksi, memasukkan masing-masing 5 ml larutan yang akan diuji ke dalam tabung reaksi. Kemudian member label nomor pada masing-masing tabung
2.      Mengambil tabung reaksi 1, mencelupkan satu reaksi pita indikator universal, lalu mengamati apa yang terjadi
3.      Mengilangi langkah 2 untuk gelas kimia 2 sampai 13. Mencatat pH masing-masing larutan dan mengisi tabel pengamatan.


IV.PEMBAHASAN


Berdasarkan dapat atau tidaknya suatu larutan menghantarkan arus listrik, larutan dibagi menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Lalu dilihat dari daya hantar listriknya larutan elektrolit terbagi menjadi larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah. Pada percobaan ini yang termasuk larutan elektrolit kuat adalah HCl, NaCl, H2SO4, dan yang termasuk larutan elektrolit elektrolit lemah adalah air asam jawa, air jeruk nipis, air belimbing, air sabung, dan NH4OH. Sedangkan yang termasuk non elektrolit adalah aquades. Larutan non elektrolit itu sendiri adalah larutan yang tidak mampu menghantarkan arus listrik.

Asam dan basa adalah dua golongan zat kimia yang sangat penting. Menurut Arhennius, suatu senyawa tergolong asam apabila dapat menghasilkan ion H+ sedangkan basa apabila dapat menghasilkan ion OH-. Pada percobaan ini yang termasuk asam adalah air jeruk nipis, air bellimbing, air asam jawa, air cuka CH3COOH, larutan HCl, air aki, H2SO4, dan air sabun. Sedangkan yang tergolong basa adalah larutan NaOH dan NH4OH. Sedangkan aquades tergolong netral.

Pada larutan elektrolit menyebaban terbentuknya Lihat Selengkapnya...

No comments:

Post a comment