Monday, 4 May 2020

Makalah Kimia - Iodometri


I.       PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

Pada kegiatan di laboratorium, kita sering menjumpai proses analisis zat dengan menggunakan metode titrasi. Salah satu jenis titrasi adalah iodometri dan iodimetri. Metode titrasi iodometri dan iodimetri didasarkan pada reaksi oksidasi-reduksi. Dalam analisis kimia, titrasi iodometri dan iodimetri cukup banyak digunakan jika dibandingkan dengan metode lain.

Iodometri (titrasi tidak langsung) digunakan dalam menetapkan senyawa-senyawa yang mempunyai potensial oksidasi lebih besar dari sistem iodium-iodida atau mempunyai potensial reduksi yang lebih rendah dari sistem iodium-iodida seperti CuSO4.5H2O. Dalam titrasi iodometri larutan yang biasanya digunakan sebagai larutan standar adalah larutan natrium tiosulfat. Sampel yang bersifat oksidator akan direduksi oleh kalium iodide berlebih dan akan menghasilkan iodium yang akan dititrasi dengan tiosulfat. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai titrasi iodometri maka dilakukanlah percobaan ini.


1.2  Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah
1.      Memahami prinsip dasar titrasi iodometri/iodimetri
2.      Menentukan konsentrasi CuSO4 menggunakan cara iodometri




II.    TINJAUAN PUSTAKA



Titrasi iodometri yaitu titrasi yang tidak langsung dimana oksidator yang dianalisa kemudian direaksikan dengan ion iodide berlebih dalam keadaan yang sesuai yang selanjutnya iodium dibebaskan secara kuantitatif dan titrasi dengan larutan standar. Titrasi iodometri ini termasuk golongan titrasi redoks dimana mengacu pada transfer elektron. Larutan standar yang digunakan dalam proses iodometri adalah natrium tiosulfat. Garam ini biasanya berbentuk sebagai pentahidrat Na2S2O3.5H2O.Larutan tidak boleh distandarisasi dengan penimbangan secara langsung, tetapi harus distandarisasi dengan larutan baku primer. Larutan natrium tiosulfat tidak stabil dalam waktu yang lama. Warna larutan iodium adalah cukup kuat sehingga iodium dapat bekerja sebagai indikatornya sendiri. Akan tetapi lebih umum digunakan suatu larutan kanji,karena warna biru tua dari kompleks kanji-iodium dipakai untuk  suatu uji peka terhada iodium (Underwood,2004).

Istilah oksidasi mengacu pada setiap perubahan kimia dimana terjadi kenaikan bilangan oksidasi, sedangkan reduksi digunakan untuk setiap penurunan bilangan oksidasi.Berarti proses oksidasi disertai hilangnya elektron sedangkan  reduksi memperoleh elektron. Oksidator adalah senyawa di mana atom yang terkandung mengalami penurunan bilangan oksidasi. Sebaliknya pada reduktor, atom yang terkandung mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Oksidasi-reduksi harus selalu berlangsung bersama dan saling menkompensasi satu sama lain. Istilah oksidator reduktor mengacu kepada suatu senyawa, tidak kepada atomnya saja.

Titrasi iodometri dan iodimetri adalah salah satu metode titrasi yang didasarkan pada reaksi oksidasi reduksi. Metode ini lebih banyak digunakan dalam analisa jika dibandingkan dengan metode lain. Alasan dipilihnya metode ini karena perbandingan stokiometri yang sederhana pelaksanaannya, praktis dan tidak banyak masalah dan mudah (Khopkar, 2003).

Titrasi iodometri dan iodimetri adalah salah satu metode titrasi yang didasarkan pada reaksi oksidasi reduksi. Metode ini lebih banyak digunakan dalam analisa jika dibandingkan dengan metode lain. Alasan dipilihnya metode ini karena perbandingan stoikometri yang sederhana pelaksanannya praktis dan tidak benyak masalah dan mudah. Iodimetri adalah jika titrasi terhadap zat-zat reduktor dengan titrasi langsung dan tidak langsung. Dilakukan percobaan ini untuk menentukan kadar zat-zat oksidator secara langsung, seperti yang kadar terdapat dalam serbuk vitamin C. Titrasi tidak langsung iodometri dilakukan terhadap zat-zat oksidator berupa garam-garam besi (III) dan tembaga sulfat dimana zat-zat oksidator ini direduksi dahulu dengan KI dan iodin dalam jumlah yang setara dan ditentukan kembali dengan larutan natrium tiosulfat baku. Dalam bidang farmasi metode ini digunakan untuk menentukan kadar zat-zat yang mengandung oksidator misalnya Cl2, Fe (III), Cu (II) dan sebagainya, sehingga mengetahui kadar suatu zat berarti mengetahui mutu dan kualitasnya (Basset, 1994).

Dalam proses analitik, iodium digunakan sebagaiLihat Selengkapnya...

No comments:

Post a comment