Friday, 1 May 2020

Makalah Kimia - Larutan Penyangga

I.       PENDAHULUAN
                                 

1.1  Latar Belakang

Dalam ilmu kimia, jika larutan asam dicampurkan dengan larutan basa maka akan menghasilkan garam dan air. Proses larutnya sebagian garam yang bereaksi dengan air disebut dengan hidrolisis. Terdapat empat jenis garam yaitu garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat, garam yang yang berasal dari asam kuat dan basa lemah, garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat, dan asam lemah dan basa lemah.

Jika suatu garam bereaksi dengan asam lemahnya maupun basa lemahnya, maka garam tersebut dapat mempertahankan pH larutannya. Hal ini disebut dengan larutan penyangga, larutan penyangga dapat mempertahankan pH sebab larutan ini memiliki pasangan asam-basa konjugasi. Sehingga jika ditambahkan sedikit asam atau basa, larutan ini mampu untuk mempertahankan pH nya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sifat-sifat dari larutan garam yang terhidrolisis dan mempelajari lebih lanjut tentang apa itu larutan penyangga dan bagaimana caranya larutan tersebut dapat mempertahankan pH. Maka, dilakukanlah percobaan ini.


1.2  Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah:
a.       Membedakan perubahan pH larutan penyangga dan bukan penyangga, akibat penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau pengenceran
b.      Menentkan sifat larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat atau laruutan garam yang berasal dari basa lemah dan asam kuat.


II.    TINJAUAN PUSTAKA


Pencampuran larutan asam dengan larutan basa akan menghasilkan garam dan air. Namun, demikian garam dapat bersifat asam. Garam dapat terbentuk dari asam kuat dengan basa kuat, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, atau asam lemah dengan basa lemah. Jadi sifat asam basa suatu garam dapat ditentukan kekuatan asam dan basa penyusunnya. Sifat keasaman atau kebebaan garam ini disebabkan oleh sebagian garam yang larut bereaksi dengan air. Proses larutannya sebagian garam beraksi dengan air disebut hidrolisis (hidro yang berarti air dan lisis yang berarti penguraian) (Syukri, 1999).

Ada empat jenis garam, yaitu :
1.      Garam dari asam kuat dan basa kuat
Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion garam berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga larutan ini bersifat netral. pH = 7
2.      Garam dari Asam kuat dan basa lemah
Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis garam sebagian (parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang mengalami hidrollisis. LArutan garam ini bersifat asam, pH ,7
3.      Garam dari Asam Lemah dan basa kuat
Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis parsial dalam air. Garam ini mengandung anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan ini bersifat basa, pH >7
4.      Garam dari Asam lemah dan basa lemah
Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis total (sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam air. Larutan garam ini bersifat asam, basa, atau netral. Hal ini bergantung dari perbandingan kekkuatan asam terhadap basa dalam reaksi dengan air (Rahmat, 2005).

Basa konjugasi adalah ion atau molekul yang dihasilkan setelah asam kehilangan protonnya, sedangkan asam konjugasi adalah spesi yang dihasilkan ketika basa menerima proton. Reaksi ini bersifat reversible dan dapat berjalan terbalik maupun ke depan (Sunarya, 2001).

Larutan buffer adalah larutan yang terdiri dari garam dengan asam lemahnya atau garam dengan basa lemahnya. Komposisi ini menyebabkan larutan memiliki kemampuan untuk mempertahankan pH jika ke dalam ditambahkan sedikit asam atau basa. Hal ini disebabkan larutan penyangga memiliki pasangan asam basa konjugasi (konsep asam basa Bronted-Lowry). Dalam kima, teori Bronsted-Lowry adalah teori mengenai asam basa yang digagaskan oleh Johannes Nicolaus Brosnted dan Thomas Martin Lowry pada tahun 1923 secara terpisah. Dalam teori ini, asam Bronsted didefinisikan sebagai sebuah molekul atau ion yang mampu melepaskan atau mendonorkan kation hydrogen (proton H) dan basa Bronsted sebagai spesi kiimia yang mampu menarik atau menerima kation hidrogenn (proton H) (Purba, Michael, 2000).




IV. PEMBAHASAN


Larutan penyangga adalah campuran asam lemah dengan garamnya yang berasal dari basa kuat atau campuran dari basa lemah dengan garamnya yang berasal dari asam lemah. Prinsip kerja dari larutan penyangga adalah dapat mempertahankan pH, meskipun ditambahkan sedikit asam atau basa ataupun pengenceran. Komponen larutan penyangga terdiri dari larutan penyangga asam dan larutan penyangg basa. Larutan penyangga asam yaitu campuran asam lemah dan garamnya yang berasal dari basa kuat. Sedangkan larutan penyangga basa yaitu Lihat selengkapnyaa...

No comments:

Post a comment