Life is Chemistry and There is No Life Without Chemistry

Rabu, 01 Februari 2017

Laporan Praktikum FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA - Kimia Dasar




FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA
(Laporan Praktikum Kimia Dasar II)




Oleh
Zelda Amini
1513023006



C:\Users\User\Pictures\untitled.png





LABORATORIUM PEMBELAJARAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2016




LEMBAR PENGESAHAN

Judul Percobaan : Faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia

Tanggal Percobaan : 3 Mei 2016

Tempat Percobaan : Laboratorium Pembelajaran Kimia

Nama : Zelda Amini

NPM : 1513023006

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Jurusan : Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Program Studi : Pendidikan Kimia

Kelompok : 4 (Empat)


Bandar Lampung, 3 Mei 2016
Mengetahui,
Asisten








  1. PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

Keadaan setimbang dalam suatu sistem atau reaksi kimia termasuk keadaan yang stabil, jika tidak terdapat pengaruh lain dari luar sistem. Dalam keadaan setimbang konsentrasi seluruh zat tidak lagi mengalami perubahan. Hal tersebut disebabkan zat-zat di ruas kanan terbentuk dan kemudian terurai kembali dengan kecepatan yang sama.

Ada suatu azas yang menyatakan bahwa jika suatu sistem kesetimbangan menerima suatu aksi, maka sistem kestimbangan tersebut akan mengadakan reaksi sehingga pengaruh aksi tersebut menjadi sekecil-kecilnya. Azas ini dikenal dengan azas le chattelier

Suatu ssistem yang menerima pengaruh atau aksi dari luar kemungkinan besar kesetimbangannya akan bergeser ke salah satu sisi reaksi. Pergeseran kesetimbangan akan berbeda pada masing-masing pengaruh yang diberikan kepada reaksi tersebut. Untuk mengalami pengaruh atau faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan itu, maka dilakukanlah percobaan ini.


    1. Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah agar mahasiswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia.





  1. TINJAUAN PUSTAKA


Kesetimbangan adalah suatu keadaan dimana reaksi berakhir dengan suatu campuran yang mengandung baik zat pereaksi maupun hasil reaksi. Kesetimbangan kimia akan tercapai jika laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi balik. Ciri suatu kesetimbangan telah recapau adalah sistem tertutup (suhu tetap), dinamis, dan tidak terjadi perubahan mikroskopis lagi (Wahyuni, 2004).

Henry Lous Le Chattelier (1850-1936), seorang ahli kimia kebangsaan Perancis, pada tahun 1884 mengemukakan hukum pergeseran kesetimbangan kimia, yang selanjutnya dikenal dengan nama azas le chattelier. Menurut azas ini, jika terhadap suatu sistem dilakukan suatu tindakan aksi, sistem kesetimbangan tersebut akan mengalami perubahan (pergeseran) yang cenderung mengurangi aksi tersebut. Berdasarkan azas tersebut, suatu sistem yang berada pada keadaan setimbang selalu berusaha untuk mempertahankan kesetimbangan itu (Sutresna, 2004).

Keadaan setimbang tidaklah statis, tetapi bersifat dinamis yang artinya pada saat setimbang reaksi tidak berhenti. Melainkan terus berlangsung dalam dua arah dengan laju yang sama. Kesetimbangan kimia mempresentasikan suatu kesetaraan antara reaksi maju dan reaksi balik. Dalam banyak kasus, kesetaraan ini sangat rentan. Perubahan kondisi percobaan dapay mengganggu kesetaraan dan menggeser posisi. Kesetimbangan sehingga produk yang diinginkan bisa terbentuk lebih banyak atau kurang. Ada satu aturan umum yang membantu kita memprediksi kea rah mana reaksi kesetimbangan akan bergeser bila terjadi perubahan konsentrasi, tekanan, volume, atau suhu. Aturan ini dikenal sebagai asa le chattelier.

Perubahan konsentrasi besi (II) tiosianat mudah larut dalam air menghasilkan larutan berwarna merah. Warna ini disebabkan oleh adanya ion terhidrasi. Kesetimbangan antara ion-ion tersebut yang tidak terurai (Chang, 2003).

Pada reaksi yang berlangsung bolak-balik, ada saat dimana laju terbentuknya produk sama dengan laju terurainya kembali produk menjadi reaktan. Pada keadaan ini biasanya tidak terlihat lagi ada peruahan. Keadaan reaksi dengan laju reaksi maju (ke kanan) sama dengan laju reaksi baliknya (ke kiri) dinamakan keadaan setimbang. reaksi yang berada dalam keadaan setimbang disebut sistem kestimbangan. Ciri-ciri kesetimbangan kimia antara lain :
  • Hanya terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap
  • Reaksi berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlwanan
  • Laju reaksi maju (ke kanan) sama dengan laju reaksi balik (ke kiri)
  • Semua komponen yang terlibat dalam reaksi tetap ada, dan
  • Tidak terjadi perubahan yang sifatnya dapat diukur maupun diamati (Soedjojo, 1999).



















  1. PROSEDUR PERCOBAAN

    1. Alat dan Bahan

Adapun alat-alat yang digunakan adalah pengaduk, gelas kimia 100 ml, 1 buah silinder ukur 25 ml, 2 buah pipet tetse, 7 buah tabung reaksi kecil, 3 buah tabung reaksi besar, 3 buah submbat karet, dan 3 buah gelas kimia 1 liter.

Sedangkan bahan yang digunakan adalah es secukupnya, air panas secukupnya, 10 ml FeCl3 1 M, 10 ml larutan KSCN 1 M, dan 5 ml larutan Na2HPO4, jenuh.


    1. Prosedur Percobaan

Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
  1. Pengaruh Konsentrasi
  1. Memanaskan 25 ml air suling ke dalam gelas kimia 100 ml. Lalu menambahkan 2 tetes larutan FeCl3 1M, dan 2 tetes larutan KSCN 1M. Kemudian mengaduk larutan tersebut sampai warnanya tetap dan membagi larutan itu sama banyak ke dalam 5 tabung reaksi.
  2. Membiarkan tabung 1 sebagai pembanding, menambahkan 1 tetes KSCN 1M ke dalam tabung reaksi 2, menambahkan 1 tetes FeCl31M ke dalam tabung reaksi 3, menambahkan 1 tetes Na2HPO4 1M jenuh ke dalam tabung 4, dan menambahkan 5 ml air suling ke dalam tabung 5.
  3. Membandingkan lima tabung reaksi tersebut

  1. Perubahan Suhu
  1. Memasukkan masing-masing 10 tetes HNO3 pekat dan satu lempeng Cu ke dalam 3 tabung reaksi besar, menyumbatnya dengan sumbat karet
  2. Memasukkan tabung 1 ke dalam es dan tabung 2 ke dalam air panas, dan tabung 3 sebagai pembandingnya. Kemudian membandingkan warna gas dari ketiga larutan tersebut.

























  1. PEMBAHASAN


Percobaan ini memiliki keterkaitan dengan hukum vant off dan asas lel chattelier. Hukum Vant Off berbunyi “Bila perubahan entalpi dan tetapan kesetimbangan pada suatu suhu diketahui, persamaan ini dapat digunakan untuk menghitung tetapan kesetimbangan pada suhu lain sampai perubahan entalpi dan perubahan entropi mendekati tetap” dan juga menyatakan “Kenaikan suhu akan meningkatkan jumlah zat terlarut yaitu endotermis, sedangkan untuk zat-zat yang panas pelarutannya”. Azas Le Chattelier menyatakan “Jika suatu sistem kesetimbangan mendapatkan aksi maka sistem tersbut akan mengadakan reaksi, sehingga pengaruh aksi menjadi sekecil-kecilnya

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan adalah perubahan konsentrasi, jika pada suatu reaksi konsentrasi diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke arah produk. Sedangkan jika konsentrasi produk diperbesar maka kesetimbangan bergeser kea rah reaktan. Faktor berikutnya yaitu perubahan suhu, jika pada sistem kesetimbangan suhu dinaikkan maka kesetimbangan bergeser kea rah endotem. Sedangkan jika suhu diturunkan, maka kesetimbangan bergeser ke arah eksoterm. Selanjutnya faktor peruban tekanan, jika tekanan diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah yang mol nya kecil. Faktor berikutnya yaitu volume, jika volume diperkecil maka kesetimbangan bergeser ke arah mol yang lebih kecil. Sedangkan jika volume diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang mol nya besar.

Pada praktikum ini, terdapat reaksi dan aksi dalam setiap percobaannya. Pada percobaan pertama pengaruh konsentrasi, tabung pertama dijadikan standard. TAbung kedua mendapatkan aksi yaitu penambahan 1 tetese KSCN, dan reaksinya adalah warna larutan yang bertambah pekat. Lalu pada tabung ketiga, aksinya adalah penambahan FeCl3 dan reaksinya adalah konsentrasi Fe3+ yang bergerak di kiri bertambah sehigga kesetimbangan bergeser ke arah produk yang ada di sebelah kanan. Kemudian tabung keempat, aksi penambahan Na2HPO4 menyebabkan reaksi yaitu konsentrasi Fe3+ berkurang karena Na2HPO4 akan terionisasi. ini menyebabkan kesetimbangan bergeser kea rah reaktan dan ditandai perubahan warna menjadi lebih pudar. Selanjutnya tabung kelima, aksinya yaitu penambahan aquades menyebabkan konsentrasi dan reaktan menurun sehingga kesetimbangan bergeser ke arah reaktan.

Reaksi reversible pada ilmu kimia berarti reaksi kimia yang berlangsung dua arah (bolak-balik). Dalam reaksi reversible ini terjadi kesetimbangan. Dalam reaksi reversible ini panah yang digunakan adalah panah kedua arah, yang menyatakan reaksi berlangsung bolak-balik. Produk yang terbentuk dari reaktan dapat kembali terurai menjadi tekanan.

Sedangkan reaksi irreversible merupakan reaksi yang berlangsung satu arah, tidak ada keadaan setimbang, meskupun sesungguhnya tidak ada reaksi kimia yang betul-betul tidak dapat balk. Banyak yang menunjukkan kesetimbangan berada sangat jauh di kanan sehingga dianggap irreversible (tidak dapat balik). Contoh reaksi irreversible dalaha reaksi pembakaran, reaksi perkaratan besi, dan metabolism makanan.

Amonia diperoleh dengan cara mereaksikan gas N2 dan H2 melalui proses haber-Borsch. Agar dihasilkan NH3 dalam jumlah yang banyak, aksi harus bergeser ke kanan. Oleh karena itu, kondisi reaksi perlu diattur yaitu volume diperkecil, sehingga tekanan meningkat dan menurunkan suhunya.










  1. KESIMPULAN


Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah :
  1. Pada percobaan pengaruh konsentrasi, penambahan KSCN dan FeCl3 menyebabkan warna larutan menjadi lebih pekat, kesetimbangan bergeser ke arah produk.
  2. Pada penambahan Na2HPO4 dan aquades, warna larutan menjadi lebih pudar, kesetimbangan bergeser kea rah reaktan
  3. Apabila konsentrasi reaktan ditambah maka kesetimbangam bergeser ke arah produk dan sebaliknya.
  4. Pada percobaan pengaruh suhu, gas yang dihasilkan pada percobaan dengan air panas (Suhu dinaikkan) lebih pekat dibandingkan pada tabung pembanding.
  5. gas yang dihasilkan pada tabung yang dimasukkan ke dalam es (suhu diturunkan) lebih sedikit dibandingkan dengan tabung pembanding.
  6. Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah endoterm. Sedangkan jika suhu diturunkan kesetimbangan akan bergeser kea rah eksoterm.












DAFTAR PUSTAKA


Chang, Raymond. 2003. Kimia Dasar Jilid 2. Jakarta : Erlangga

Soedjojo, Peter. 1999. Kimia Dasar. Yogyakarta : Penerbit Andi

Sutresna, Nana. 2004. Kimia Sains. Bandung : Grafindo

Wahyuni, Sri. 2004. Master Kimia. Jakarta : Erlangga

8 komentar:

  1. sudiatna natiha5 Februari 2017 23.50

    Sip. thebest kancyl.com

    BalasHapus
  2. Mantap Jiwaa

    BalasHapus
  3. Kunjungi juga https//jualmobiltanpatipu.com

    BalasHapus
  4. kan lagii mems yg satu ini hoho

    BalasHapus
  5. Prita Lausinaa26 Mei 2017 08.18

    Makasih mbaa

    BalasHapus
  6. Baca juga tentang kimia di : http://akucintakimia.wordpress.co.id

    BalasHapus
  7. Terimakasih mba sangat terbantu dengan artikelnya. terimakasih banyak

    BalasHapus